Jumat, 19 Mei 2017

MATERI "SISTEM KOLOID"

SISTEM KOLOID

Koloid adalah campuran beberapa zat yang sifat-sifatnya terletak antara sifat larutan dan suspensi (campuran kasar)
A.      Jenis-Jenis Koloid

No
Zat Terdispersi
Zat Pendispersi
Jenis Koloid
Contoh
1
Cair
Gas
Aerosol cair
Kabut, awan
2
Padat
Gas
Aerosol padat
Asap, debu
3
Gas
Cair
Buih
Busa sabun, krim kocok
4
Cair
Cair
Emulsi
Susu, santan, minyak ikan, es krim, kecap
5
Padat
Cair
Sol
Tinta, cat, sol emas
6
Gas
Padat
Buih padat
Karet  busa, batu apung
7
Cair
Padat
Emulsi padat
Mutiara, ,mentega, mayones
8
Padat
Padat
Sol padat
Gelas warna, intan

Zat terdispersi adalahzat yang terlarut di dalam larutan koloid, sedangkan zat pendispersi adalah zat pelarut di dalam larutan koloid. 

B.      Sifat – Sifat Koloid
Efek Tyndall :
Peristiwa menghamburnya cahaya, bila dipancarkan melalui sistem koloid.
Contoh :
-          Peristiwa sorot lampu mobil pada malam hari dalam keadaan berkabut, berdebu, atau berasap akan tampak jelas.
-          Debu dalam ruangan yang gelap akan terlihat jika berkas sinar (cahay) yang masuk melalui celah yang kecil.
Gerak Brown :
Gerakan dari partikel terdispersi dalam sistem koloid yang terjadi karena adanya tumbukan antarpartikel tersebut. Partikel-partikel tersebut bergerak memebentuk zig-zag. Pergerakan ini disebut gerak Brown.
Absorpsi :
Proses penyerapan bagian permukaan benda atau ion yang dilakukan sistem koloid sehingga sistem koloid ini memepunyai muatan listrik.
Contoh :
-          Pengobatan diare dengan norit
-          Penjernihan air dengan karbon aktif
-          Pemutihan gula pasir
Koagulasi :
Suatu keadaan dimana partikel-partikel koloid membentuk suatu gumpalan yang lebih besar. Penggumpalan ini dikarenakan oleh beberapa faktor antara lain karena penambahan zat kimia dan enzim tertentu.
Contoh :
-          Pemebentukan delta sungai
-          Penejernihan air dengan tawas
Elektroforesis :
Suatu proses pemisahan partikel koloid yang bermuatan dengan menggunakan arus listrik. Contoh : cerobong pabrik yang diapasangi lempeng logam yang bermuatan listrik dengan tujuan untuk menggumpalkan debu.
Dialisis :
Kemampuan koloid untuk memisahkan ion-ion pengganggu melalui membran semipermiabel yang berfungsi sebagai penyaring. Contoh : proses cuci darah.

C.      Koloid Liofil dan Koloid Liofob

1.       Koloid Liofil (Yunani : Lio = cairan, philia = menyukai)
Suatu sistem koloid dimana zat terdispersi mempunyai afinitas (daya tarik) yang besar terhadap medium pendispersinya.
Contoh : lem, cat, agar-agar.

2.       Koloid Liofob (Yunani : lio = cairan, phobia = membenci)
Suatu sistem koloid dimana zatterdispersi mempunyai afinitas (daya tarik) yang kecil terhadap medium pendispersinya.
Contoh : sol belerang maupun sol-sol logam yang lain.

D.      Pembuatan Sitem Koloid
Metode Kondensasi : penggumpalan partikel larutan menjadi partikel berukuran koloid..
1.       Reduksi – oksidasi
Pada pembuatan sol belerang dengan reaksi :
2 H2 S(g) + SO2(aq) è 3 S (koloid) +2H2O(l)
2.       Dekomposisi
Pada pembuatan sol perak klorida dengan reaksi :
AgNO3(aq) + HCl(aq) è AgCl(koloid) + HNO3(aq)
3.       Hidrolisis
Pada pembuatan sol besi (III) hidroksida dengan reaksi :
FeCl3(aq)+ 3 H2O(l) è Fe(OH)(koloid) +3HCl (aq)
4.       Pendinginan
5.       Penggantian pelarut
Cara nomor 1 sampai 3 disebut metode kondensasi dengan cara kimia, sedangkan nomor 4 dan 5 disebut metode kondensasi dengan cara fisika.

Metode Dispersi : menghaluskan partikel koloid menjadi partikel suspensi.
1.       Cara mekanik
Menggerus butir kasar sampai terbentuk partikel dengan ukuran tertentu (koloid), kemudian mencampurkannya dengan media pendisersi sambil dilakukan pengadukan.
Contoh :
Pembuatan sol belerang yang digeus dengan penambahan gula pasir, kemudian dicampur dengan air.
2.       Cara peptisasi
Memecah butir-butir kasar dengan zat pemecah semacam peptid sampai terbentuk suatu partikel koloid dengan ukuran yang sudah ditentukan, misalnya proses pemecahan protein dengan bantuan enzim, agar-agar dipeptisasi oleh air, nitroselulosa dipeptisasi oleh aseton, dan karet dipeptisasi oleh bensin.
3.       Cara busur bredig
Cara ini biasanya dilakukan untuk pembuatan sol-sol logam, seperti Ag, Au dan Pt. Logam yang akan dibuat menjadi partikel-partikel koloid digunakan sebagai elektrode.

E.       Manfaat dan Kerugian Koloid
Manfaat dari koloid bagi kehidpan manusia.
1.       Dialisis
Proses penghilangan ion-ion yang mengganggu kestabilan koloid, dimana dalam proses ini sistem koloid dimasukkan dalam suatu kantong dari selaput semipermiabel(selaput yang dapat melewatkan partikel-partikel kecil, tetapi menahan koloid supaya tidak keluar). Proses dialisis digunakan pada proses cuci darah pada pasien yang mengalami sakit gagal ginjal, prosesnya sendiri disebut hemodialisis.
2.       Koloid pelindung
Koloid pelindung dibuat utnuk menstabilkan sistem koloid yang perlu dijaga kestabilannya, dimana koloid pelindung ini akan membungkus partikel zat terdispersi supaya tidak mengelompok.
Contoh :
Gelatin digunakan sebagai koloid pelindung es krim, yaitu untuk mencegah pembentukan kristal es.
3.       Pengolahan air
Pada pengolahan air bersih yang juga menggunakan dasar-dasar sifat koloid, absorpsi dan koagulasi.
Koagulasi terjadi karena tawas (alumunium sulfat) berfungsi sebagai penggumpa lumpur koloid sehingga pada proses selanjutnya lumpur ini akan mudah disaring.
Absorpsi juga terjadi karena tawas dapat membentuk Al(OH)3  yang dapat menyerap (mengabsorpsi) zat-zat pewarna dan pencemar lainnya.
Kerugian adanya koloid dalam kehidupan manusia adalah polusi.
Polusi khususnya polusi udara, umumnya dikarenakan oleh partikel-partikel polutan yang berbentuk koloid, seperti misalnya debu dan asap.

5 komentar:

  1. Dapatkah jelaskan kembali pembuatan koloid, Koloid Liofil dan Koloid Liofob?

    BalasHapus
  2. Cara Kondensasi
    Dengan cara kondensasi, partikel larutan sejati (molekul atau ion) bergabung menjadi partikel koloid. Cara ini dapat dilakukan dengan reaksi-reaksi kimia, seperti reaksi redoks, hidrolisis, dan dekomposisi rangkap, atau dengan pergantian pelarut.

    Cara Dispersi
    Dengan cara dispersi, partikel kasar dipecah menjadi partikel koloid. Cara dispersi dapat dilakukan secara mekanik, peptisasi, atau dengan loncatan bunga listrik (cara busur Bredig).

    BalasHapus
  3. Pembuatan Sitem Koloid
    Metode Kondensasi : penggumpalan partikel larutan menjadi partikel berukuran koloid..
    1. Reduksi – oksidasi
    Pada pembuatan sol belerang dengan reaksi :
    2 H2 S(g) + SO2(aq) è 3 S (koloid) +2H2O(l)
    2. Dekomposisi
    Pada pembuatan sol perak klorida dengan reaksi :
    AgNO3(aq) + HCl(aq) è AgCl(koloid) + HNO3(aq)
    3. Hidrolisis
    Pada pembuatan sol besi (III) hidroksida dengan reaksi :
    FeCl3(aq)+ 3 H2O(l) è Fe(OH)(koloid) +3HCl (aq)
    4. Pendinginan
    5. Penggantian pelarut
    Cara nomor 1 sampai 3 disebut metode kondensasi dengan cara kimia, sedangkan nomor 4 dan 5 disebut metode kondensasi dengan cara fisika.

    Metode Dispersi : menghaluskan partikel koloid menjadi partikel suspensi.
    1. Cara mekanik
    Menggerus butir kasar sampai terbentuk partikel dengan ukuran tertentu (koloid), kemudian mencampurkannya dengan media pendisersi sambil dilakukan pengadukan.
    Contoh :
    Pembuatan sol belerang yang digeus dengan penambahan gula pasir, kemudian dicampur dengan air.
    2. Cara peptisasi
    Memecah butir-butir kasar dengan zat pemecah semacam peptid sampai terbentuk suatu partikel koloid dengan ukuran yang sudah ditentukan, misalnya proses pemecahan protein dengan bantuan enzim,

    BalasHapus
  4. Baiklah ibu akan mencoba menjawab dan menyimpulkan pertanyaan serta jawaban ananda sekalian.
    Berdasarkan pada bahan bakunya, pembuatan koloid dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut.
    1. Kondensasi
    Kondensasi adalah cara pembuatan koloid dari partikel kecil (larutan) menjadi partikel koloid. Proses kondensasi ini didasarkan atas reaksi kimia; yaitu melalui reaksi redoks, reaksi hidrolisis, dekomposisi rangkap, dan pergantian pelarut.
    2. Dispersi
    Dispersi adalah pembuatan partikel koloid dari partikel kasar (suspensi). Pembuatan koloid dengan dispersi meliputi: cara mekanik, peptisasi, busur Bredig, dan ultrasonik.
    -Koloid Liofil dan Liofob
    Koloid liofil dan koloid liofob merupakan jenis koloid yang berbentuk sol. Berdasarkan sifat adsorpsinya sol dibedakan atas sol liofil dan sol liofob.

    1.Koloid liofil
    Sol liofil atau koloid liofil merupakan jenis koloid yang fase terdispersinya dapat mengikat atau menarik medium pendispersinya. Jika medium pendispersinya air disebut hidrofil.
    Contoh : protein, sabun, deterjen, agar-agar, kanji, dan gelatin

    2.Koloid  liofob
    Koloid liofob atau sol liofob merupakan koloid yang fase terdispersinya tidak dapat menarik medium pendispersinya (tidak suka cairan). Jika medium pendispersinya air disebut  hidrofob.
    Contoh : susu, mayonaise, sol belerang, sol Fe(OH)3, sol sulfida, dan sol-sol logam.
    Untuk lebih jelas di tambahkan perbedaan antara koloid liofil dan liofob
    Perbedaan Koloid Liofil dan Liofob

    -Koloid Liofil adalah koloid yang menerima pelarut misalnya air (Lyo berarti berarti pelarut dan philic berarti mencintai).Koloid Liofob adalah koloid yang membenci atau menolak pelarut misalnya air (Lyo berarti pelarut dan fobia berarti yang membenci atau menolak pelarut).
    -Koloid liofil relatif stabil sebagai kekuatan yang kuat interaksinya di antara partikel koloid dan cair.Koloid liofob  kurang stabil sebagai kekuatan lemah interaksinya di antara partikel koloid dan cair.
    -Muatan pada  koloid liofil tergantung pada pH larutan dan bisa negatif, positif atau netral.Muatan koloid liofob  bisa positif atau negatif. As2S3  negatif di alam sementara Fe (OH) 3  positif di alam.
    -Koloid liofil sangat kental di alam dan memiliki viskositas lebih tinggi dari media.Koloid liofob memiliki viskositas yang hampir sama dengan media.
    -Koloid liofil bersifat reversible, karena pada penguapan cairan, residu yang tersisa akan masuk ke dalam keadaan koloid pada penambahan misalnya air.Koloid liofob bersifat ireversibel, karena pada penguapan cairan, residu yang tersisa tidak dapat dikonversi menjadi larutan pada penambahan cairan.
    -Koloid liofil tergantung pada sifat dari muatan partikel-partikel ini dapat bermigrasi ke katoda atau anoda atau mungkin tidak bergerak sama sekali.Koloid liofob tergantung pada sifat dari muatan partikel-partikel ini bermigrasi ke katoda atau anoda baik.Tegangan permukaan  koloid liofil adalah kurang dari media dispersinyaTegangan permukaan koloid liofob hampir sama dengan media dispersi

    BalasHapus